pict from google
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Terdapat beberapa dalil dan perkataan ulama yang menunjukkan bahwa kondisi neraka penuh dengan suasana gelap dan serba hitam.
Al-Hafidz Ibnu Rajab mengumpulkan keterangan tentang suasana gelap dan hitamnya neraka dalam buku beliau berjudulat-Takhawwuf minan nar. Di bab kesembilan beliau beri judul,
ذكر ظلمة النار و شدة سوادها
“Bab tentang gelapnya neraka dan warnanya sangat hitam.”
Lalu beliau menyebutkan beberapa dalil, diantaranya,
[1] Firman Allah terkait penghuni neraka,
وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ مَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ
“Orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka.” (QS. Yunus: 27)
Ibnu Rajab mengatakan, ayat ini dalil bahwa penduduk neraka mereka gelap.
[2] Firman Allah terkait kondisi orang kafir,
أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang bertumpuk-tumpuk… (QS. an-Nur: 40)
Kata Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu, ketika menjelaskan ayat di atas,
فهو يتقلب في خمس من الظلم : كلامه ظلمة و عمله ظلمة و مدخله ظلمة و مخرجه ظلمة و مصيره إلى الظلمات إلى النار
Orang kafir akan tenggelam dalam 5 kegelapan: ucapannya gelap, amalnya gelap, tempat masuknya gelap, tempat keluarnya gelap, dan kembalinya juga ke kegelapan, yaitu ke neraka.
[3] Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
أُوقِدَ عَلَى النَّارِ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى احْمَرَّتْ ثُمَّ أُوقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى ابْيَضَّتْ ثُمَّ أُوقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى اسْوَدَّتْ فَهِىَ سَوْدَاءُ مُظْلِمَةٌ
Neraka dinyalakan selama 1000 tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan lagi selama 1000 tahun sampai memutih. Kemudian dinyalakan lagi selama 1000 tahun sampai menghitam. Sehingga neraka itu hitam dan gelap. (HR. Turmudzi 2794 dan didhaifkan al-Albani)
Al-Hafidz Ibnu Rajab menjelaskan status hadis ini, yang benar adalah mauquf sampai Abu Hurairah (bukan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).
[4] Keterangan Rabi’ bin Anas
إن الله جعل هذه النار ـ يعني نار الدنيا ـ نورا و ضياء و متعا لأهل الأرض و إن النار الكبرى سوداء مظلمة مثل القبر ـ نعوذ بالله منها
Sesungguhnya Allah menjadikan api dunia sebagai cahaya, sumber sinar, dan kenikmatan bagi penduduk bumi. Sementara api terbesar warnanya hitam gelap, seperti kuburan – kita berlindung kepada Allah darinya.
[5] Keterangan ad-Dhahak
جهنم سوداء و ماؤها أسود و شجرها أسود و أهلها سود
Jahannam itu hitam, airnya hitam, pohonnya juga hitam, dan penduduknya juga hitam-hitam.
(at-Takhawwuf minan Nar, hlm. 95-96)
Kesimpulannya, neraka itu gelap dan hitam meskipun penuh dengan api. Karena suasana yang sangat dalam sangat gelap.
Demikian, Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
SEARCH
Translate
Labels
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum warohmatullah... Hei, apakabar teman- teman. Semoga senantiasa dalam kebaikan dan rahmat-Nya. Menuliskan sebuah sudut...
-
Data Pribadi Nama : Erik Parmanto Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Mergan, Sendangmulyo...
-
Sangat disayangkan ketika kita akan melanjutkan pekerjakan terkendala dengan aplikasi. Seperti halnya Microsoft Office yang expired. Agar ...
-
Sebuah pertemuan sejatinya baik meskipun dalam kelanjutan waktu yang panjang akan dirangkai atas cerita yang berlika- liku. Soal menjaga dan...
-
Menyabut Ramadhan perlu bersyukur, shilaturahim, mensucikan diri dan jiwa, saling memaafkan, berbagi rezeki kepada orang yang tak mampu ...
-
Kita sadar bahwa file yang penting pasti disimpan pada tempat yang aman. Terkadang tempat yang aman belum tentu bisa awet, nah untuk mengant...
-
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, 'Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: “Telah datang kep...
Powered by Blogger.

No comments:
Post a Comment