※ Kisah Nyata
==========
Lika-liku Perjalanan Gadis Kanada dalam Menemukan Islam
Karena tak mendapat jawaban yang memuaskan jiwanya Aubi berontak dan menjadi remaja yang nakal.
NAMANYA Aubie. Ia tumbuh dan dibesarkan di keluarga kristen di pedesaan di utara Toronto, Kanada. Sejak dulu, Aubi mengaku mendapat ketenangan saat berada di gereja. Di benaknya, aroma gereja dan salib besar membuatnya terhibur dari kondisi keluarganya yang miskin.
Saat usianya 3 tahun, ibunya mengatakan Aubi memiliki pemikiran yang aneh. Ia sering memanjat pohon lalu memikirkan berbagai motif sesuatu yang diciptakan Tuhan. Salah satunya adalah mengapa Dia (tuhan) melahirkan anak-anak di keluarga yang berbeda. Sungguh sebuah tanya yang terlalu hebat untuk seorang anak berusia 3 tahun.
Karena tak mendapat jawaban yang memuaskan jiwanya Aubi berontak dan menjadi remaja yang nakal. Kemarahannya atas dunia yang kurang mengasihi dan menyayanginya menjadikannya akrab dengan alkohol dan obat-obatan terlarang. Pikirnya Tuhan tidak bersahabat dengannya.
Bosan dan lelah dengan pelampiasan buruknya, Aubie mencari pelarian yang lain. Ia putuskan meninggalkan rumah ketika berusia 18 tahun dan mengembara bersama sekelompok relawan yang disponsori pemerintah Kanada selama satu tahun. Saat kembali ke kampung halaman, ia masuk ke perguruan tinggi dan membaktikan diri pada sebuah NGO yang peduli anak-anak tak beruntung.
Setelah beroleh gelar sarjana ilmu psikologi dan filsafat, ia bekerja di dua kantor pemerintah. Namun ketenangan jiwa belum pula ia temukan. Depresi berat menyeretnya hingga ke satu musim semi yang tragis. Ia putuskan untuk mengakhiri nyawanya di usia 25 tahun. Bunuh diri dengan menyayat nadi di tangan kiri barangkali jawaban atas segalanya.
Rupanya percobaan bunuh diri yang dilakukan Aubie tidak berhasil. Ia terselamatkan dan bangun dengan jiwa yang baru. Ia kembali ke gereja Anglikan semasa kecil dulu. Di sana ia mencoba berkontemplasi. Selama satu bulan, setiap hari minggu, air matanya berluruhan.
Tahun 2001 Aubie mengalami kecelakaan. Ia mengalami cedera berat. Setelah pulih dari cederanya, ia bertekad mencari Tuhan. Akhirnya, tahun 2003 ia menemukan kebenaran dalam Islam. Ia bersahadat ketika berdiri di padang rumput yang diterangi matahari. Ia bersahadat sendirian dan mengatakan kepada Allah tentang harapan dan impiannya.
Aubi secara resmi bersahadat pada tanggal 1 Januari 2006 di Damaskus, Suriah. Ia terinspirasi Qur’an surat An-Nuur ayat 35.
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Lalu, nama Noor ia sematkan didepannya. Kini setelah masuk Islam, ia bernama Noor Aubie. []
Sumber: Ar-Rahmah.com7
SEARCH
Translate
Labels
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum warohmatullah... Hei, apakabar teman- teman. Semoga senantiasa dalam kebaikan dan rahmat-Nya. Menuliskan sebuah sudut...
-
Data Pribadi Nama : Erik Parmanto Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Mergan, Sendangmulyo...
-
Sangat disayangkan ketika kita akan melanjutkan pekerjakan terkendala dengan aplikasi. Seperti halnya Microsoft Office yang expired. Agar ...
-
Sebuah pertemuan sejatinya baik meskipun dalam kelanjutan waktu yang panjang akan dirangkai atas cerita yang berlika- liku. Soal menjaga dan...
-
Menyabut Ramadhan perlu bersyukur, shilaturahim, mensucikan diri dan jiwa, saling memaafkan, berbagi rezeki kepada orang yang tak mampu ...
-
Kita sadar bahwa file yang penting pasti disimpan pada tempat yang aman. Terkadang tempat yang aman belum tentu bisa awet, nah untuk mengant...
-
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, 'Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: “Telah datang kep...
Powered by Blogger.

No comments:
Post a Comment